Al Abidin

TKII AL aBIDIN

SDII Al Abidin

SMPI Al Abidin

SMA ABBS Surakarta

S

c

h

o

o

l

s

Contact TKII Al Abidin :+(0271) 735552

Untuk menumbuhkan rasa nyaman, gembira, dan percaya diri bagi siswa baru, TKII Al Abidin Surakarta menyelenggarakan berbagai kegiatan unik seperti membuat topi ayam, di hari-hari pertama masuk sekolah, Kamis (18/7), di halaman sekolah setempat.

Penerimaan Peserta Didik Baru

09 Januari 2013 Written by

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN 2013

 PAUD, PLAY GROUP &TK Islam Internasional

AL ABIDIN

Mengingat banyaknya permintaan anggota masyarakat,maka TKII memberikan kesempatan luas untuk mendaftarkan putra/putrinya di lingkungan sekolah PAUD, PLAY GROUP & TK Islam Internasional Al Abidin, melalui pendaftaran yang sudah dibuka MULAI FEBRUARI 2013

GELOMBANG :

  • ISTIMEWA untuk PAUD  tanggal 20 Maret - 31 Maret 2013
  • KHUSUS untuk PLAY GROUP dan TK tanggal 20 Maret - 30 April 2013

SYARAT PENDAFTARAN :

  • PAUD usia 2- 3 tahun
  • Play Group usia 3-3.5 tahun
  • TK A usia 4-5 tahun
  • TK B usia 5 tahun (GRATIS BPI)
  • Fotocopy KMS (Kartu Menuju Sehat)
  • Fotocopy Akta Kelahiran
  • 2 lembar pas foto bebas ekspresi
  • Formulir pendaftaran Rp. 175.000 (PAUD)
  • Formulir pendaftaran Rp. 200.000 (PG & TK)

Keterangan lebih lanjut dapat langsung mengunjungi bagian administrasi TKII Al Abidin


Workshop Marketing

03 Januari 2013 Written by

WORKSHOP MARKETING GURU TKII AL ABIDIN

Setelah kemarin bu guru meningkatkan skill dalam hal multimedia, hari Sabtu 29 Desember 2012 bu guru TK Islam Internasional Al Abidin mengasah skill/kemampuan lagi dalam hal marketing. Workshop ini bertujuan agar semua guru di TKII Al Abidin mempunyai kapasitas sebagai marketing institusinya dalam menghadapi konsumen. Konumen kami siapa? Tentu saja calon orang tua murid yang akan bergabung bersama kami di ajang Pendaftaran Peserta Dididk Baru (PPDB) yang akan digelar mulai tanggal 7 Januari 2013.

Dalam workshop tersebut, setiap bu guru berpasangan berperan bergantian, menjadi calon pendaftar dan menjadi marketingnya. Semua menemukan seni dalam berkomunikasi disini dan menemukan pola-pola komunikasi yang mungkin akan terjadi pada saat menghadapi konsumen secara nyata nantinya.

Setiap harinya semua bu guru nantinya akan mendapat tugas dalam piket marketing ini. Kemampuan yang di workshopkan antara lain keterampilan komunikasi, keterampilan sikap, dan keluwesan dalam menyampaikan info-info penting seputar PPDB 2013. Pelatihan ini diadakan oleh bagian kesiswaan dan kehumasan TKII Al Abidin. Semoga dengan pelatihan ini para guru lebih pandai sebagai duta komunikasi TKII Al Abidin, because everyone is a marketer.

alt






Pelatihan Media Pembelajaran Interaktif

29 Desember 2012 Written by

PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF GURU TKII AL ABIDIN

Suasana masih liburan, tetapi semangat belajar sudah memanas di alam TK Islam Internasional Al Abidin. Jumat, 28 Desember 2012 seluruh guru dan karyawan TKII mengikuti pelatihan membuat games edukasi. Pelatihan ini dalam rangka meningkatkan skill guru dalam bidang multimedia, karena pembelajaran di TKII pun juga sering memakai alat pembelajaran dengan berbasis multmedia. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, para guru dapat mengaplikasikannya sebaik mungkin untuk kemajuan pembelajaran di TKII Al Abidin. Para guru sangat antusias dalam mengikuti langkah demi langkah pembelajaran pada hari tersebut. Semoga lebih bermanfaat ke depannya para bu guru.


alt

alt

We Did It!

23 November 2012 Written by

We Did It!

Alhmdulillah tiada tersyukur atas rahmat Allah yang dilimpahkan kepada TK Islam Internasional Al Abidin. Kemarin (22 NOvember 2012) utusan dari TKII Al Abidin mengikuti Lomba Tahfidz Al Qur'an Juz 30 antar guru RA (Raudhatul Athfal) se kota Surakarta. Kegiatan ini diadakan oleh Departemen Agama setiap tahunnya. Kontingen dari TKII Al Abidin, yaitu bu Umi Solikhah, S.Pd dan bu Ita Rusdiana, S.Pd berhasil memborong juara 1 dan 2 sekaligus! Subhanallah,ini menjadi ajang pembuktian bahwa kami tidak sekedar mendidik anak-anak didik kami untuk mencintai Al Qur'an dengan cara menghafal ayat demi ayatnya, tetapi kami juga berusaha menjadi contoh yang baik ketika kami berada di sekolah. Perjuangan juga belum berakhir,karena bu Umi Solikhah,S.Pd yang berhasil menjadi juara 1 tingkat kota Surakarta otomatis mewakili kota Solo di ajang yang sama di tingkat Provinsi pada tanggal 28-30 Desember 2012. Barakallah,semoga prestasi demi prestasi semakin bermunculan dari TKII Al Abidin tercinta ^_^.

Bu umi dan bu ita memegang piala

 

Parenting Class 1st Edition

16 November 2012 Written by

Pendidikan anak merupakan tanggungjawab keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam rangka memenuhi kebutuhan keilmuan tentang parenting, TKII Al Abidin bekerjasama dengan POMG (Persatuan Orangtua Murid dan Guru) menggulirkan program parenting class yang wajib diikuti oleh orang tua/wali murid TKII Al Abidin yang rencananya akan dilaksanakan secara rutin  dua bulan sekali.

Sebagai bentuk realisasi program tersebut, pada Sabtu 10 November 2012 kami melaksanakan kegiatan Parenting Class untuk pertama kalinya. Parenting Class perdana di tahun pelajaran 2012/2013 ini memang berbeda, kalau biasanya pemateri adalah seorang ibu maka pada kesempatan ini kami hadirkan sosok ayah dengan lima putra dengan aktivitas yang luar biasa, beliau seorang trainer & terapis professional hypnosis, Didik Hermawan, S. Pd, CHT, MCH. Materi yang kami angkat pada kesempatan ini adalah Spiritual Hypnoparenting. Belum mendapatkan materi dari beliau, kami sudah mendapatkan satu inspirasi, hanya ayah-ayah luar biasalah yang mau “merepotkan diri” dengan lika-liku pendidikan anak. Ayo para ayah jangan mau kalah dengan beliau, meskipun sibuk mencari maisyah (nafkah) dan sibuk di berbagai aktivitas kemasyarakatan, luangkanlah waktu untuk belajar tentang parenting dan meskipun hanya sebentar alokasikanlah waktu untuk bersama putra-putri kita setiap harinya. Alhamdulillah, dikelas parenting perdana ini ternyata ada lho ayah-ayah luar biasa itu, ada 5 ayah yang hadir. Luar biasa.

Sebagai awalan pak didik menyampaikan bahwa kita sebagai orang tua justru lebih sering terhipnosis oleh anak-anak kita, contoh paling mudah adalah pada saat anak kita menginginkan sesuatu, kita sebagai orang tua pada awalnya tidak menuruti karena alasan tertentu namun karena anak kita merajuk kemudian menangis bahkan mungkin sampai membanting barang-barang disekitarnya akhirnya kita pun menuruti apa kemauanya, ironi, karena seharusnya kita yang menghipnosis anak-anak kita sehingga apa yang kita inginkan pada dirinya terpenuhi bukan sebaliknya (baru awal saja sudah memberikan satu evaluasi untuk kita semua, ternyata masih banyak diantara kita yang belum tepat dalam mendidik putra-putri kita).

Selanjutnya beliau menyampaikan tentang bagaimana karakter anak terbentuk. Karakter terbentuk berawal dari penyerapan seseorang terhadap lingkungannya. Apapun karakter atau perilaku anak kita saat ini, itu merupakan hasil dari proses internalisasi pengamatan dan pengalaman dia ketika berinteraksi dengan lingkungan. Sebuah peristiwa itu dapat menjadi faktor pembentuk karakter anak ketika memiliki unsur-unsur sebagai berikut :

Emosional

Sebuah peristiwa emosional akan sangat membekas pada diri anak dan akan dieksekusi menjadi tindakan dia. Contoh saat anak bermain kecoak kemudian dengan serta merta kita merebutnya dan berkata “ihh…nak…jangan main kecoa kan jijik!” maka pada saat itu anak mulai belajar dari kita bahwa kecoa itu jijik

Berulang-ulang

Setiap peristiwa yang berulang-ulang akan menjadi program perilaku. Setiap kali anak kita bermain kecoak, setiap itu juga kita membuangnya dan mengatakan hal yang sama dengan ekspresi sama maka anak kita akan tumbuh menjadi anak yang takut dengan kecoa

Menimbulkan Ide

Ketika kita berkata “ihh…nak…jangan main kecoa kan jijik!” maka muncullah ide dalam pikiran anak bahwa kecoa jijik dan harus dijauhi padahal sebelumnya anak belum mengenal ide bahwa kecoa itu jijik

Dilakukan atau disampaikan oleh orang yang memiliki otoritas

Anak adalah seorang peniru yang professional, apapun yang kita atau orang lain disekitarnya lakukan atau katakana, itulah yang anak kita lakukan, karena anak belum mengenal salah dan benar yang anak anak tahu adalah nyaman dan tidak nyaman. Maka apapun yang kita lakukan dihadapan anak-anak kita itulah yang akan menjadi perilakunya.

Demikian beberapa hal yang beliau sampaikan pada kesempatan Parenting Class perdana kemarin, sebenarnya ada banyak hal yang beliau  sampaikan tapi tidak memungkinkan kalau kami tuliskan semuanya disini. Beberapa ibroh (pelajaran) yang dapat kami ambil dari materi yang beliau sampaikan antara lain :

Mari latih anak-anak kita untuk cerdas financial dengan cara kita tidak memberikan hadiah secara cuma-cuma kepadanya
Luangkan waktu untuk bicara, bermain dan bersamanya setiap hari meskipun hanya sebentar
Hargailah anak-anak kita karena penghargaan membuat seseorang mampu melampaui batas kemampuannya

Akhirnya Parenting class perdana kemarin ditutup dengan session diskusi, yang ternyata juga tidak kalah “panas” dengan materi yang beliau sampaikan. Sebagai renungan bersama, mari kita jawab pertanyaan-pertanyaan ini :

Hal terbaik apakah yang bisa kita lakukan kepada anak kita setelah ini?
Apa yang menyebabkan kita ingin melakukan itu?
Yakinkah kita bisa melakukan itu? Apa yang membuat kita yakin?
Apa yang kita rasakan bila bisa melakukan itu?

Semoga bermanfaat :)