Al Abidin

TKII AL aBIDIN

SDII Al Abidin

SMPI Al Abidin

SMA ABBS Surakarta

S

c

h

o

o

l

s

Contact TKII Al Abidin :+(0271) 735552

We Did It!

23 November 2012 Written by

We Did It!

Alhmdulillah tiada tersyukur atas rahmat Allah yang dilimpahkan kepada TK Islam Internasional Al Abidin. Kemarin (22 NOvember 2012) utusan dari TKII Al Abidin mengikuti Lomba Tahfidz Al Qur'an Juz 30 antar guru RA (Raudhatul Athfal) se kota Surakarta. Kegiatan ini diadakan oleh Departemen Agama setiap tahunnya. Kontingen dari TKII Al Abidin, yaitu bu Umi Solikhah, S.Pd dan bu Ita Rusdiana, S.Pd berhasil memborong juara 1 dan 2 sekaligus! Subhanallah,ini menjadi ajang pembuktian bahwa kami tidak sekedar mendidik anak-anak didik kami untuk mencintai Al Qur'an dengan cara menghafal ayat demi ayatnya, tetapi kami juga berusaha menjadi contoh yang baik ketika kami berada di sekolah. Perjuangan juga belum berakhir,karena bu Umi Solikhah,S.Pd yang berhasil menjadi juara 1 tingkat kota Surakarta otomatis mewakili kota Solo di ajang yang sama di tingkat Provinsi pada tanggal 28-30 Desember 2012. Barakallah,semoga prestasi demi prestasi semakin bermunculan dari TKII Al Abidin tercinta ^_^.

Bu umi dan bu ita memegang piala

 

Parenting Class 1st Edition

16 November 2012 Written by

Pendidikan anak merupakan tanggungjawab keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam rangka memenuhi kebutuhan keilmuan tentang parenting, TKII Al Abidin bekerjasama dengan POMG (Persatuan Orangtua Murid dan Guru) menggulirkan program parenting class yang wajib diikuti oleh orang tua/wali murid TKII Al Abidin yang rencananya akan dilaksanakan secara rutin  dua bulan sekali.

Sebagai bentuk realisasi program tersebut, pada Sabtu 10 November 2012 kami melaksanakan kegiatan Parenting Class untuk pertama kalinya. Parenting Class perdana di tahun pelajaran 2012/2013 ini memang berbeda, kalau biasanya pemateri adalah seorang ibu maka pada kesempatan ini kami hadirkan sosok ayah dengan lima putra dengan aktivitas yang luar biasa, beliau seorang trainer & terapis professional hypnosis, Didik Hermawan, S. Pd, CHT, MCH. Materi yang kami angkat pada kesempatan ini adalah Spiritual Hypnoparenting. Belum mendapatkan materi dari beliau, kami sudah mendapatkan satu inspirasi, hanya ayah-ayah luar biasalah yang mau “merepotkan diri” dengan lika-liku pendidikan anak. Ayo para ayah jangan mau kalah dengan beliau, meskipun sibuk mencari maisyah (nafkah) dan sibuk di berbagai aktivitas kemasyarakatan, luangkanlah waktu untuk belajar tentang parenting dan meskipun hanya sebentar alokasikanlah waktu untuk bersama putra-putri kita setiap harinya. Alhamdulillah, dikelas parenting perdana ini ternyata ada lho ayah-ayah luar biasa itu, ada 5 ayah yang hadir. Luar biasa.

Sebagai awalan pak didik menyampaikan bahwa kita sebagai orang tua justru lebih sering terhipnosis oleh anak-anak kita, contoh paling mudah adalah pada saat anak kita menginginkan sesuatu, kita sebagai orang tua pada awalnya tidak menuruti karena alasan tertentu namun karena anak kita merajuk kemudian menangis bahkan mungkin sampai membanting barang-barang disekitarnya akhirnya kita pun menuruti apa kemauanya, ironi, karena seharusnya kita yang menghipnosis anak-anak kita sehingga apa yang kita inginkan pada dirinya terpenuhi bukan sebaliknya (baru awal saja sudah memberikan satu evaluasi untuk kita semua, ternyata masih banyak diantara kita yang belum tepat dalam mendidik putra-putri kita).

Selanjutnya beliau menyampaikan tentang bagaimana karakter anak terbentuk. Karakter terbentuk berawal dari penyerapan seseorang terhadap lingkungannya. Apapun karakter atau perilaku anak kita saat ini, itu merupakan hasil dari proses internalisasi pengamatan dan pengalaman dia ketika berinteraksi dengan lingkungan. Sebuah peristiwa itu dapat menjadi faktor pembentuk karakter anak ketika memiliki unsur-unsur sebagai berikut :

Emosional

Sebuah peristiwa emosional akan sangat membekas pada diri anak dan akan dieksekusi menjadi tindakan dia. Contoh saat anak bermain kecoak kemudian dengan serta merta kita merebutnya dan berkata “ihh…nak…jangan main kecoa kan jijik!” maka pada saat itu anak mulai belajar dari kita bahwa kecoa itu jijik

Berulang-ulang

Setiap peristiwa yang berulang-ulang akan menjadi program perilaku. Setiap kali anak kita bermain kecoak, setiap itu juga kita membuangnya dan mengatakan hal yang sama dengan ekspresi sama maka anak kita akan tumbuh menjadi anak yang takut dengan kecoa

Menimbulkan Ide

Ketika kita berkata “ihh…nak…jangan main kecoa kan jijik!” maka muncullah ide dalam pikiran anak bahwa kecoa jijik dan harus dijauhi padahal sebelumnya anak belum mengenal ide bahwa kecoa itu jijik

Dilakukan atau disampaikan oleh orang yang memiliki otoritas

Anak adalah seorang peniru yang professional, apapun yang kita atau orang lain disekitarnya lakukan atau katakana, itulah yang anak kita lakukan, karena anak belum mengenal salah dan benar yang anak anak tahu adalah nyaman dan tidak nyaman. Maka apapun yang kita lakukan dihadapan anak-anak kita itulah yang akan menjadi perilakunya.

Demikian beberapa hal yang beliau sampaikan pada kesempatan Parenting Class perdana kemarin, sebenarnya ada banyak hal yang beliau  sampaikan tapi tidak memungkinkan kalau kami tuliskan semuanya disini. Beberapa ibroh (pelajaran) yang dapat kami ambil dari materi yang beliau sampaikan antara lain :

Mari latih anak-anak kita untuk cerdas financial dengan cara kita tidak memberikan hadiah secara cuma-cuma kepadanya
Luangkan waktu untuk bicara, bermain dan bersamanya setiap hari meskipun hanya sebentar
Hargailah anak-anak kita karena penghargaan membuat seseorang mampu melampaui batas kemampuannya

Akhirnya Parenting class perdana kemarin ditutup dengan session diskusi, yang ternyata juga tidak kalah “panas” dengan materi yang beliau sampaikan. Sebagai renungan bersama, mari kita jawab pertanyaan-pertanyaan ini :

Hal terbaik apakah yang bisa kita lakukan kepada anak kita setelah ini?
Apa yang menyebabkan kita ingin melakukan itu?
Yakinkah kita bisa melakukan itu? Apa yang membuat kita yakin?
Apa yang kita rasakan bila bisa melakukan itu?

Semoga bermanfaat :)

Launching Kepengurusan POMG

16 November 2012 Written by

Sabtu, 11 November 2012 menjadi ajang perdana untuk kepengurusan POMG (Persatuan Orang Tua Murid dan Guru) periode 2012-2013 dalam mengadakan kegiatan untuk wali murid TK Islam Internasional Al Abidin. Dalam kegiatan perdana ini para pengurus POMG melaksanakan salah satu program kerja mereka, yaitu Parenting Class dengan mengambil tema tentang "Hypnoparenting", tema ini diusung karena masih banyak wali murid yang mengeluhkan sulit untuk mengendalikan anak mereka dalam berbagai sisi, sehingga mereka ingin cara yang efektif sebagai orang tua dalam mempengaruhi anak-anak mereka.


Kegiatan ini pun selaras dengan keinginan dari pihak sekolah dalam mensinergikan perkembangan siswa didik antara di rumah dengan di sekolah, oleh karena itu pihak sekolah meWAJIBkan program ini bagi para orangtua wali murid TK Islam Internasional Al Abidin.


Kegiatan ini diisi oleh pembicara yang luar biasa bisa menghipnotis para orang tua untuk bertanya, sharing pengalaman, dan hal pengasuhan anak lainnya. Dengan gaya yang santai Pak Didik Hermawan, S. Pd. CHT,MCH mengupas tips-tips dalam mempengaruhi anak seperti apa yang kita inginkan.Peserta pun tidak hanya ibu-ibu yang datang, tetapi para bapak pun tidak kalah antusias mengajukan pertanyaan, bahkan ada yang datang berpasangan. Luar biasa! Semoga bisa menerapkan ilmu yang sudah di dapat dengan efektif.

Berikut susunan lengkap pengurus POMG Periode 2012-2013

Ketua : Ari Purwani (Ibunda Fatiya Apple)

Sekretaris : Bayu Ariyanti A (Ibunda Fajri Pineapple)

Bendahara : Dini Rosa S (Ibunda Azzam Apple)

Dana Sosial : Mira  (Ibunda Idelia Strawberry)

Kordinator Kelas :

1. Orange : Ika R (Ibunda Aliya)

2. Apple : Farah (Ibunda Mila)

3. Strawberry : Mira AS (Ibunda Fatiya)

4. Mango : Desmiyati (Ibunda Adil)

5. Pineapple : Wahyuni Panca W (Ibunda Nida)

6. Durian : Bayu A (Ibunda Fajri)


Program Kerja POMG :

1. Parenting Class (November 2012, April 2013)

2. Family Gathering (Februari 2013)

3. Level Meeting (Maret)

)Suasana parenting class

Asyiknya Bermain Peran

13 November 2012 Written by

Asyiknya Bermain Peran

Dunia anak-anak adalah bermain, mereka tidak akan pernah lepas dengan suasana tersebut. Tetapi, di era sekarang anak-anak kebanyakan sering dituntut dengan berbagai macam "kapasitas" yang membebani otak mereka. Tanpa orangtua sadari, dalam bermain mereka terus menerus mengalami yang namanya PEMBELAJARAN. Jadi BERMAIN itu ya BELAJAR ^_^.

Sesuai dengan slogan TK Islam Internasional Al Abidin, "Homey and Friendly School for Kids", kami menerapkan konsep pembelajaran yang masih menyisipkan ruang bermain untuk anak-anak, sehingga mereka-tanpa sadar- sebenarnya sedang melakukan tugas dari bu guru tetapi mereka melakukannya sambil bermain. Adalah Zona Peran, salah satu sentra bermain dan belajar siswa siswi. Di dalam Zona Peran ini anak-anak memainkan berbagai peran seperti dalam kehidupan nyata yang sudah diatur skenarionya oleh bu guru

Senin-Rabu (5-7 November 12) kemarin, siswa TK B TK Islam Internasional Al Abidin memainkan peran dalam sketsa "Jualan Sayur dan Buah". Tema ini diangkat sesuai dengan tema pembelajaran yang sedang berlangsung, yaitu tema tentang Tanaman. Sebelum bermain, siswa-siswi diperkenalkan dengan alur cerita, peran apa saja yang mereka akan lakukan dan setting tempat. Dalam skenario yang dibuat bu guru, mereka bermain di pasar untuk setting tempatnya, ada yang berperan sebagai penjual sayur kacang panjang, sop, penjual buah mangga dan pisang, penjual soto, tukang parkir, dan sisanya berperan sebagai pembeli. Anak-anak memilih sendiri peran apa yang akan mereka mainkan, tentunya dengan arahan gaya bermain yang sudah diterangkan sebelumnya oleh bu guru.

Yang menjual sayur-sayuran mereka bertugas memasukkan jenis sayuran yang diminta pembeli ke dalam kantong plastik dan menerima uang dari pembeli, yang menarik adalah yang berperan sebagai penjual sayur sop, siswa/siswi tersebut harus meracik komposisi sayuran yang terdiri dari wortel, kubis, daun bawang, dan seledri. Begitu juga yang berjualan soto, mereka harus meracik bahan-bahan soto baru disajikan ke pembeli.Yang berperan sebagai penjual buah pun berakting seperti penjual sayur. Yang kebagian tugas sebagai tukang parkir berperan mengatur kendaraan yang sedianya dipakai para pembeli ketika menuju pasar.

Ketika semua perangkat sudah dijelaskan (alur cerita,peran bermain, tempat, dan alat) akhirnyaaa ACTION! Semua berperan layaknya mereka sudah terlibat dalam dunia aslinya. Menyenangkan sekali untuk mereka, belajar mengenal jenis sayuran dan buah apa yang akan mereka jual dan beli, belajar bertransaksi, belajar berkomunikasi, belajar berdemokrasi (untuk memilih peran). So have fun yaaa

Daaaan...mereka BELAJAR disini lho

bu,beli soto 1


beli sayur sopnya bu


 

Kelas B TKII Al Abidin In Action !

28 Oktober 2011 Written by

Dalam pembelajaran di Zona Seni hari Rabu (26/10) dan Kamis (27/10), kakak kelas B TK Islam Internasional Al Abidin mengikuti kegiatan pembelajaran seni yang tidak seperti biasanya. Pada aktifitas di Zona Seni umumnya, menyediakan berbagai macam permainan untuk mengasah dan memunculkan bakat seni ananda. Tapi kali ini bu Guru membuat permainan berbeda. Bu Guru menyediakan alat-alat seperti kaleng wafer bekas, drum bekas, sendok, botol air mineral yg diisi dengan beras, angklung, dan mic untuk menyanyi. Anak-anak dibagi beberapa kelompok, mereka bekerja sama membagi tugas siapa yang memegang alat dan siapa yang akan bernyanyi. Mereka juga "merapatkan" lagu apa yang akan dinyanyikan dan bagaimana iramanya. Nah...setelah siap, baru deh mereka maju. Ok Cah....In Action! Kelas Mango dan Pineapple berubah suasana menjadi hiruk pikuk, karena juga ada applause dari penonton. Penontonnya ini pun teman-teman mereka sendiri yang belum dan sudah tampil di panggung.

Masjid merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan seorang muslim. Dan mengenalkan lingkungan islami berupa keberadaan masjid di sekitar anak-anak adalah hal penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Oleh karena itu, Kamis, 15 September 2011, TKII Al Abidin mengagendakan kunjungan ke Masjid agung Surakarta sebagai outing puncak tema Lingkunganku. Dalam kunjungan ke Masjid Agung, anak-anak diberi pemahaman dahulu tentang adab-adab masuk masjid, mulai dari doa masuk dan keluar masjid hingga adab di dalam masjid baik oleh Bu Hafsah sebagai penanggungjawab outing,  maupun  oleh bapak pemandu dari Masjid Agung. Kemudian anak-anak diajak   memasuki tempat wudlu yang terpisah  antara laki-laki dan perempuan untuk mengambil air wudlu dan menunaikan sholat dhuha di serambi masjid. Selanjutnya dengan dibimbing oleh bapak pemandu, anak-anak digiring untuk mengenal bagian-bagian dalam masjid .  Nilai plus yang kemudian didapat dari kunjungan tersebut adalah bahwa anak-anak juga dikenalkan dengan peninggalan bersejarah  kota Surakarta berupa bangunan masjid kuno beserta perangkat-perangkatnya. Salah satu yang mengundang kekaguman anak-anak adalah adanya bedug masjid dan kentongan berukuran raksasa yang berfungsi sebagai sarana mengumandangkan adzan pada jaman dahulu.  Ada pula tempat wudlu yang   mempunyai banyak kran air , di mana sebelum menuju ke sana pengunjung harus melewati semacam tempat cuci kaki berbentuk kolam, ada pula ruang untuk ‘semakan’ khataman qur’an, ruang perpustakaan, dan ada mimbar khutbah yang bertingkat dan penuh dengan ukiran kayu yang indah. Semoga kunjungan kali ini bermanfaat ya.[dna]