Al Abidin

TKII AL aBIDIN

SDII Al Abidin

SMPI Al Abidin

SMA ABBS Surakarta

S

c

h

o

o

l

s

Contact TKII Al Abidin :+(0271) 735552

Artikel kali ini lebih ke arah pemahaman tentang Dorothy Law Nolte. Karyanya yang membahas tentang anak akan belajar dari apa yang mereka jalani. Mungkin untuk bisa mengerti artikel ini kita perlu menggunakan sisi perasaan kita, sekalipun kita sudah dewasa 

Silahkan simak tentang Children Learn What They Live, karya Dorothy Law Nolte, Ph.D

Children Learn What They Live

  1. If children live with criticism, they learn to condemn.
  2. If children live with hostility, they learn to fight.
  3. If children live with fear, they learn to be apprehensive.
  4. If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
  5. If children live with ridicule, they learn to feel shy.
  6. If children live with jealousy, they learn to feel envy.
  7. If children live with shame, they learn to feel guilty.
  8. If children live with encouragement, they learn confidence.
  9. If children live with tolerance, they learn patience.
  10. If children live with praise, they learn appreciation.
  11. If children live with acceptance, they learn to love.
  12. If children live with approval, they learn to like themselves.
  13. If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
  14. If children live with sharing, they learn generosity.
  15. If children live with honesty, they learn truthfulness.
  16. If children live with fairness, they learn justice.
  17. If children live with kindness and consideration, they learn respect.
  18. If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
  19. If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.

Translate :

Anak-anak Belajar dari Kehidupannya

  1. Jika anak hidup dengan kecaman, mereka belajar untuk mengutuk
  2. Jika anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk melawan
  3. Jika anak hidup dengan ketakutan, mereka belajar untuk menjadi memprihatinkan
  4. Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk mengasihani diri sendiri
  5. Jika anak hidup dengan ejekan, mereka belajar untuk merasa malu
  6. Jika anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar untuk merasa iri
  7. Jika anak hidup dengan rasa malu, mereka belajar untuk merasa bersalah
  8. Jika anak hidup dengan dorongan, mereka belajar percaya diri
  9. Jika anak-anak hidup dengan toleransi, mereka belajar kesabaran
  10. Jika anak hidup dengan pujian, mereka belajar apresiasi
  11. Jika anak-anak hidup dengan penerimaan, mereka belajar untuk mencintai
  12. Jika anak hidup dengan persetujuan, mereka belajar untuk menyukai diri mereka sendiri
  13. Jika anak-anak hidup dengan pengakuan, mereka belajar itu baik untuk memiliki tujuan
  14. Jika anak hidup dengan berbagi, mereka belajar kemurahan hati
  15. Jika anak hidup dengan kejujuran, mereka belajar kejujuran
  16. Jika anak hidup dengan keadilan, mereka belajar keadilan
  17. Jika anak-anak hidup dengan kebaikan dan pertimbangan, mereka belajar menghormati
  18. Jika anak hidup dengan keamanan, mereka belajar untuk memiliki iman dalam diri mereka dan orang-orang tentang mereka
  19. Jika anak-anak hidup dengan persahabatan, mereka belajar bahwa dunia adalah tempat yang bagus untuk hidup

Tentang Dorothy

Dorothy Law Nolte, Ph.D, penulis puisi pendidikan ini, adalah seorang pendidik dan ahli konseling keluarga. Nama aslinya adalah Dorothy Louise. Dalam kebudayaan Barat pada umumnya, bila seorang perempuan menikah maka ia akan menggunakan nama belakang dari nama keluarga sang suami.

Nah, dalam kasus Dorothy, Law adalah nama keluarga dari suami pertamanya, Durwood Law. Sementara itu, Nolte adalah nama keluarga dari suami kedua, Claude Nolte. Untuk ukuran Amerika, memakai nama keluarga milik suami pertama dan kedua sekaligus seperti ini sebenarnya kurang lazim. Tapi begitulah mungkin cara Dorothy mempertahankan kejelasan sejarah hidupnya.

Puisi tulisan Dorothy itu, setelah kemunculan pertamanya di koran pada tahun 1954, menjadi sangat terkenal dan direproduksi di mana-mana. Yang paling spektakuler adalah ketika salah satu divisi Abbott Laboratories, Inc., sebuah perusahaan multinasional, mencantumkan puisi itu (serta 10 macam terjemahannya untuk 10 negara tujuan pemasaran yang berbeda) di kemasan produk nutrisi bayi yang terdistribusikan di seluruh dunia tanpa memberi royalti apa-apa kepada penulisnya. Dorothy sendiri baru mengurus hak intelektual atas puisi itu tahun 1972 namun tetap mengizinkan Abbott untuk terus menggunakan puisi itu secara cuma-cuma.

Dalam sejarahnya, puisi ini sempat direvisi dua kali oleh penulisnya. Pertama, pada awal tahun 1980-an, Dorothy mengubah pronomina tunggal menjadi jamak agar netral, karena bahasa Inggris termasuk bahasa yang berjender (membedakan nomina-pronomina feminin dan maskulin). Pada awalnya, nomina “anak” dan pronominanya dalam puisi ini berbentuk tunggal: “If a child lives with …, he learns ….”

Untuk menetralisir isu gender dalam puisi itu, kemudian digantilah pronomina untuk proposisi dasar puisi itu secara keseluruhan menjadi plural (jamak): “If children live with…, they learn… .”

Perubahan kedua adalah dengan memecah baris tertentu yang terlalu panjang dan kompleks menjadi dua baris, serta menambahkan baris baru seiring perkembangan yang membawa situasi-situasi baru yang perlu direspons. Demikianlah, puisi yang awalnya terdiri dari 14 baris itu kini menjadi 19 baris.

Pada tahun 1998 Dorothy menjabarkan puisi itu menjadi sebuah buku yang terdiri dari 19 bab (sesuai jumlah baris dalam puisi). Buku ini ditulis bersama Rachel Harris, dan diberi judul Children Learn What They Live: parenting to inspire values, diterbitkan oleh Workman Publishing Company, New York. Buku ini diberi kata pengantar oleh penulis buku Chicken Soup for the Soul, Jack Canfield, yang –menurut pengakuannya sendiri– ternyata sangat dipengaruhi oleh puisi Dorothy ini.

Sebelum kepergiannya tahun 2005 pada usia 81 tahun, Dorothy Law Nolte telah sempat merampungkan buku yang kedua tentang pendidikan dan pengasuhan remaja, yang juga disusun berdasarkan pola buku pertama. Buku ini diberi judul Teenagers Learn What They Live: parenting to inspire integrity and independence, terbit tahun 2002.

Tips mendidik anak mandiri dan tidak manja

21 November 2017 Written by
  • Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang baik, dapat dibanggakan dan mempunyai karakter atau sifat-sifat yang positif dalam segala hal. Kebanyakan orang tua akan melakukan segalanya demi membahagiakan anak-anak mereka dengan memberikan segalanya yang mereka inginkan, namun ternyata hal ini tidak selalu baik dalam proses mendidik anak. Banyak anak yang dibiasakan hidup dengan kenyamanan dan tidak pernah merasa sulit dalam hidupnya cenderung menjadi manja dan tidak dapat mandiri. Sebagai orang tua, kita perlu berhati-hati dalam pengasuhan anak pada masa perkembangannya karena setiap didikan kita dapat berpengaruh besar bagi kehidupan sang anak di masa depan. Berikut adalah tips bagaimana mendidik anak dengan baik agar tidak manja, keras kepala dan dapat menjadi mandiri.
  • Walaupun Anda sangat mencintai anak Anda, menuruti semua keinginannya bukanlah cara mendidik anak dengan benar. Tindakan tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Jika sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, dampak ke depannya anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan malas karena selalu berpikir ada orang tua yang akan memberikan semua yang diinginkannya. Biasakanlah anak Anda untuk berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri.
  • Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka ingin mencoba melakukannya secara leluasa. Ketakutan orang tua adalah jika hal-hal terburuk terjadi pada anak Anda. Makanya kebanyakan orang tua memberi larangan atau batasan terhadap suatu hal yang bisa membahayakan anak. Larangan hanya membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada orang tuanya. Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk mengingatkan anak alih-alih melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Beri tahu mereka tentang risiko yang mungkin terjadi dan mintalah anak Anda untuk berhati-hati.
  • Jangan sekali-kali memberikan contoh pada anak Anda untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu terbuka tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut perasaannya, atau kendala-kendala yang dihadapinya. Jangan membiasakan anak Anda tertutup tentang perasaan mereka terhadap Anda. Dengan cara ini, Anda sudah mendidik anak Anda untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.
  • Sering kali Anda sebagai orang tua merasa marah atau kesal terhadap ulah atau kelakuan anak-anak Anda yang buruk dan cara ampuh untuk membuat anak jera adalah dengan hukuman fisik. Salah satu contoh tindakan hukuman fisik yang sering dilakukan kebanyakan orang tua adalah memukulnya. Entah itu menggunakan tangan, kaki atau benda-benda lainnya yang dapat Anda gunakan untuk memukul anak Anda. Hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan. Jika Anda memiliki anak kecil dan ketika mereka melakukan suatu kesalahan, Anda dapat memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka tanpa memberikan hukuman fisik dan jika Anda memiliki anak yang usianya mungkin sudah beranjak remaja atau sudah mengerti keadaan, Anda bisa menerapkan sistem disiplin terhadap mereka. Kekerasan fisik hanya akan membuat jiwa anak Anda terluka, bukan hanya fisik atau tubuh mereka yang terluka. Dan itu akan berdampak negatif pada pertumbuhan jasmani dan emosi mereka. Hukuman fisik dalam bentuk apapun hanya akan menakutinya dan akan membuat anak semakin tidak menghormati Anda, menjadi keras kepala dan memberontak terhadap Anda.
  • Seorang anak akan merasa nyaman dan bahagia apabila orang tua mereka menunjukkan kasih dan perhatian pada saat anak memang membutuhkan hal itu. Kepedulian orang tua dalam hal sekecil apapun bisa membantu orang tua dalam mendidik anak. Perhatian bukan berarti berbicara tentang bagaimana Anda sebagai orang tua bisa memberikan materi atau barang-barang kesukaan anak, tetapi juga dalam tindakan, misalnya yang dapat Anda lakukan adalah ketika anak Anda belajar, saat itulah Anda bisa menunjukkan perhatian dan kasih Anda dengan cara menemani mereka, walaupun hanya sekadar duduk di sebelah mereka. Dengan demikian anak Anda akan lebih bersemangat dalam belajar dan apabila ada kesulitan, Anda dapat membantu anak memecahkannya.
  • Menjadi orang tua adalah tugas dan tanggung jawab yang mulia. Jadilah orang tua yang dapat dibanggakan oleh anak Anda. Didiklah anak Anda dengan baik, maka anak Anda akan memberikan sukacita bagi Anda dan keluarga.

·         1. Jangan menuruti semua keinginan anak

·         2. Jangan terlalu banyak melarang

·         3. Ajar anak untuk tidak berbohong

·         4. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan fisik

·         5. Kasih dan perhatian

taken from 

https://keluarga.com

Tips mendidik anak mandiri dan tidak manja

21 November 2017 Written by
  • Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang baik, dapat dibanggakan dan mempunyai karakter atau sifat-sifat yang positif dalam segala hal. Kebanyakan orang tua akan melakukan segalanya demi membahagiakan anak-anak mereka dengan memberikan segalanya yang mereka inginkan, namun ternyata hal ini tidak selalu baik dalam proses mendidik anak. Banyak anak yang dibiasakan hidup dengan kenyamanan dan tidak pernah merasa sulit dalam hidupnya cenderung menjadi manja dan tidak dapat mandiri. Sebagai orang tua, kita perlu berhati-hati dalam pengasuhan anak pada masa perkembangannya karena setiap didikan kita dapat berpengaruh besar bagi kehidupan sang anak di masa depan. Berikut adalah tips bagaimana mendidik anak dengan baik agar tidak manja, keras kepala dan dapat menjadi mandiri.
  • Walaupun Anda sangat mencintai anak Anda, menuruti semua keinginannya bukanlah cara mendidik anak dengan benar. Tindakan tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Jika sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, dampak ke depannya anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan malas karena selalu berpikir ada orang tua yang akan memberikan semua yang diinginkannya. Biasakanlah anak Anda untuk berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri.
  • Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka ingin mencoba melakukannya secara leluasa. Ketakutan orang tua adalah jika hal-hal terburuk terjadi pada anak Anda. Makanya kebanyakan orang tua memberi larangan atau batasan terhadap suatu hal yang bisa membahayakan anak. Larangan hanya membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada orang tuanya. Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk mengingatkan anak alih-alih melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Beri tahu mereka tentang risiko yang mungkin terjadi dan mintalah anak Anda untuk berhati-hati.
  • Jangan sekali-kali memberikan contoh pada anak Anda untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu terbuka tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut perasaannya, atau kendala-kendala yang dihadapinya. Jangan membiasakan anak Anda tertutup tentang perasaan mereka terhadap Anda. Dengan cara ini, Anda sudah mendidik anak Anda untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.
  • Sering kali Anda sebagai orang tua merasa marah atau kesal terhadap ulah atau kelakuan anak-anak Anda yang buruk dan cara ampuh untuk membuat anak jera adalah dengan hukuman fisik. Salah satu contoh tindakan hukuman fisik yang sering dilakukan kebanyakan orang tua adalah memukulnya. Entah itu menggunakan tangan, kaki atau benda-benda lainnya yang dapat Anda gunakan untuk memukul anak Anda. Hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan. Jika Anda memiliki anak kecil dan ketika mereka melakukan suatu kesalahan, Anda dapat memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka tanpa memberikan hukuman fisik dan jika Anda memiliki anak yang usianya mungkin sudah beranjak remaja atau sudah mengerti keadaan, Anda bisa menerapkan sistem disiplin terhadap mereka. Kekerasan fisik hanya akan membuat jiwa anak Anda terluka, bukan hanya fisik atau tubuh mereka yang terluka. Dan itu akan berdampak negatif pada pertumbuhan jasmani dan emosi mereka. Hukuman fisik dalam bentuk apapun hanya akan menakutinya dan akan membuat anak semakin tidak menghormati Anda, menjadi keras kepala dan memberontak terhadap Anda.
  • Seorang anak akan merasa nyaman dan bahagia apabila orang tua mereka menunjukkan kasih dan perhatian pada saat anak memang membutuhkan hal itu. Kepedulian orang tua dalam hal sekecil apapun bisa membantu orang tua dalam mendidik anak. Perhatian bukan berarti berbicara tentang bagaimana Anda sebagai orang tua bisa memberikan materi atau barang-barang kesukaan anak, tetapi juga dalam tindakan, misalnya yang dapat Anda lakukan adalah ketika anak Anda belajar, saat itulah Anda bisa menunjukkan perhatian dan kasih Anda dengan cara menemani mereka, walaupun hanya sekadar duduk di sebelah mereka. Dengan demikian anak Anda akan lebih bersemangat dalam belajar dan apabila ada kesulitan, Anda dapat membantu anak memecahkannya.
  • Menjadi orang tua adalah tugas dan tanggung jawab yang mulia. Jadilah orang tua yang dapat dibanggakan oleh anak Anda. Didiklah anak Anda dengan baik, maka anak Anda akan memberikan sukacita bagi Anda dan keluarga.

·         1. Jangan menuruti semua keinginan anak

·         2. Jangan terlalu banyak melarang

·         3. Ajar anak untuk tidak berbohong

·         4. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan fisik

·         5. Kasih dan perhatian

taken from 

https://keluarga.com

Tips mendidik anak mandiri dan tidak manja

21 November 2017 Written by
  • Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang baik, dapat dibanggakan dan mempunyai karakter atau sifat-sifat yang positif dalam segala hal. Kebanyakan orang tua akan melakukan segalanya demi membahagiakan anak-anak mereka dengan memberikan segalanya yang mereka inginkan, namun ternyata hal ini tidak selalu baik dalam proses mendidik anak. Banyak anak yang dibiasakan hidup dengan kenyamanan dan tidak pernah merasa sulit dalam hidupnya cenderung menjadi manja dan tidak dapat mandiri. Sebagai orang tua, kita perlu berhati-hati dalam pengasuhan anak pada masa perkembangannya karena setiap didikan kita dapat berpengaruh besar bagi kehidupan sang anak di masa depan. Berikut adalah tips bagaimana mendidik anak dengan baik agar tidak manja, keras kepala dan dapat menjadi mandiri.
  • Walaupun Anda sangat mencintai anak Anda, menuruti semua keinginannya bukanlah cara mendidik anak dengan benar. Tindakan tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Jika sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, dampak ke depannya anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan malas karena selalu berpikir ada orang tua yang akan memberikan semua yang diinginkannya. Biasakanlah anak Anda untuk berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri.
  • Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka ingin mencoba melakukannya secara leluasa. Ketakutan orang tua adalah jika hal-hal terburuk terjadi pada anak Anda. Makanya kebanyakan orang tua memberi larangan atau batasan terhadap suatu hal yang bisa membahayakan anak. Larangan hanya membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada orang tuanya. Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk mengingatkan anak alih-alih melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Beri tahu mereka tentang risiko yang mungkin terjadi dan mintalah anak Anda untuk berhati-hati.
  • Jangan sekali-kali memberikan contoh pada anak Anda untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu terbuka tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut perasaannya, atau kendala-kendala yang dihadapinya. Jangan membiasakan anak Anda tertutup tentang perasaan mereka terhadap Anda. Dengan cara ini, Anda sudah mendidik anak Anda untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.
  • Sering kali Anda sebagai orang tua merasa marah atau kesal terhadap ulah atau kelakuan anak-anak Anda yang buruk dan cara ampuh untuk membuat anak jera adalah dengan hukuman fisik. Salah satu contoh tindakan hukuman fisik yang sering dilakukan kebanyakan orang tua adalah memukulnya. Entah itu menggunakan tangan, kaki atau benda-benda lainnya yang dapat Anda gunakan untuk memukul anak Anda. Hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan. Jika Anda memiliki anak kecil dan ketika mereka melakukan suatu kesalahan, Anda dapat memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka tanpa memberikan hukuman fisik dan jika Anda memiliki anak yang usianya mungkin sudah beranjak remaja atau sudah mengerti keadaan, Anda bisa menerapkan sistem disiplin terhadap mereka. Kekerasan fisik hanya akan membuat jiwa anak Anda terluka, bukan hanya fisik atau tubuh mereka yang terluka. Dan itu akan berdampak negatif pada pertumbuhan jasmani dan emosi mereka. Hukuman fisik dalam bentuk apapun hanya akan menakutinya dan akan membuat anak semakin tidak menghormati Anda, menjadi keras kepala dan memberontak terhadap Anda.
  • Seorang anak akan merasa nyaman dan bahagia apabila orang tua mereka menunjukkan kasih dan perhatian pada saat anak memang membutuhkan hal itu. Kepedulian orang tua dalam hal sekecil apapun bisa membantu orang tua dalam mendidik anak. Perhatian bukan berarti berbicara tentang bagaimana Anda sebagai orang tua bisa memberikan materi atau barang-barang kesukaan anak, tetapi juga dalam tindakan, misalnya yang dapat Anda lakukan adalah ketika anak Anda belajar, saat itulah Anda bisa menunjukkan perhatian dan kasih Anda dengan cara menemani mereka, walaupun hanya sekadar duduk di sebelah mereka. Dengan demikian anak Anda akan lebih bersemangat dalam belajar dan apabila ada kesulitan, Anda dapat membantu anak memecahkannya.
  • Menjadi orang tua adalah tugas dan tanggung jawab yang mulia. Jadilah orang tua yang dapat dibanggakan oleh anak Anda. Didiklah anak Anda dengan baik, maka anak Anda akan memberikan sukacita bagi Anda dan keluarga.

·         1. Jangan menuruti semua keinginan anak

·         2. Jangan terlalu banyak melarang

·         3. Ajar anak untuk tidak berbohong

·         4. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan fisik

·         5. Kasih dan perhatian

taken from 

https://keluarga.com

Tips Masak bersama ananda

09 November 2017 Written by

Kebanyakan anak suka membantu saat memasak. Meski membuat dapur berantakan, mereka bisa belajar berkreasi. Karena itu, cobalah ajari anak memasak. Tips berikut bisa membantu Anda dan si kecil menjadikan proses masak lebih menyenangkan.

  1. Luangkan waktu

Berpikirlah bahwa memasak dengan anak akan membutuhkan waktu lebih lama dari memasak biasanya. Khususnya jika membuat masakan dengan anak yang lebih kecil. Pilihlah waktu di akhir pekan untuk mengajak mereka masak. Tentunya memasak bersama mereka tidak hanya berkaitan dengan hasil tapi juga prosesnya. Karena itu nikmati saja pengalaman ini.

  1. Sadar dapur akan lebih berantakan

Memasak sendiri saja sudah membuat dapur berantakan. Apalagi jika anak-anak terlibat. Coba kurangi sedikit kekacauan dengan menempatkan taplak meja plastik di lantai atau nampan di tempat mereka membuat adonan. Tapi tetap biarkan kekacauan terjadi agar lebih menyenangkan. Lalu Anda dan anak bisa membereskannya bersama-sama.

  1. Buat perencanaaan

Pilihlah resep yang tepat bagi anak dan menyenangkan. Resep yang mereka sukai dan melibatkan banyak aktivitas seusai usianya. Sebaiknya cari makanan sederhana tapi tetap kreatif dan penuh warna.

Pastikan Anda punya semua bahan dan perlengkapan sebelum memasak bersama mereka. Jika perlu, ajak anak berbelanja kebutuhan masak.

  1. Memberitahu lewat resep.

Dengan anak yang lebih besar, mereka bisa membaca langkah masak dan menentukan apa yang dibutuhkan. Bicaralah dengan mereka saat melalui proses masak dan rencanakan apa yang akan dilakukan.

Dengan anak lebih kecil, jelaskan secara sederhana apa yang sedang dibuat. Tunjukkan gambar yang bisa membantu mereka paham proses dan tujuan.

Ketika memasak dengan anak, sebenarnya tidak perlu sepenuhnya mengikuti resep. Bisa saja Anda dan anak melakukan modifikasi. Biarkan mereka memberi masukan dan jadikan ini kesempatan mengajari mereka kombinasi rasa berbeda pada masakan. Misalnya mengapa bahan tertentu cocok dipakai dalam masakan itu.

  1. Buat menyenangkan.

Aturan ini sangat penting dilakukan saat memasak dengan anak. Banyak penelitian menunjukkan anak belajar lebih banyak lewat bermain. Begitu juga saat di dapur.

Anak-anak akan belajar menyukai proses masak jika Anda tenang dan bersenang-senang dengan mereka di dapur. Jangan stress dengan kekacauan yang terjadi.

Anda sebaiknya terlibat membantu mereka jika benar-benar diperlukan. Selebihnya biarkan anak menikmati proses kreatifnya.

 

it's true that home is the first and the most important school for kids, while parents is the first and the most important teachers for them. hopefully, all the parents of Tkii Al Abidin aware of the need of the synergy between the education at home and at school.

Some of the top 10 mistakes parents make while expecting a miracle to happen at the Islamic school

1.Parents giving the Dunya priority over the Deen and not teaching their kids the beauty of Islam with love and understanding at home.
2. Parents neglecting their Salat 
3. Parents not connecting their children with their Creator and his book the Quran but connecting them with the Disney channel and letting the Cable Tv raise their kids, where they are getting programed 8 hours a day and bring that garbage they learn back into the school.
4.Parents not teaching their children Salat with meaning
5.Parents making the Deen seem so scary and harsh and giving more priority to back-home Culture and nationalism. 
6.Parents making the mistake of sending kids to public school and when they learn all of the bad things there they send them to islamic school where they pass on all of the bad things or "cool" things they learned.
7.Parents not seeking knowledge in the Deen and educating themselves on the proper way to bring up children according to the Quran and Sunnah
8.Parents not being the best role models by practicing the best manners and character.
9.Parents earning Haram money and being involved in Riba and other things the Almighty has prohibited 
10.Parents not having a kind and loving relationship with their kids

taken from https://www.facebook.com/TheDeenShowTV/